VARIASI PENAMBAHAN SERBUK DAUN KELOR (Moringa Oleifera) TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIAWI FRUIT LEATHER NANAS (Ananas Comosus (L.)Merr.)

Rahmat Budi Purnomo, Agustina Intan Niken Tari, Novian Wely Asmoro

Abstract


Fruit leather merupakan produk manisan buah kering yang berbentuk lembaran dan dapat digulung yang dapat dikonsumsi secara langsung. Salah satu buah yang dapat digunakan adalah buah nanas. Fruit leather dapat dipadukan dengan sayur-sayuran seperti daun kelor yang terdapat meningkatkan kandungan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan formulasi terbaik penambahan serbuk daun kelor terhadap kadar air, kadar abu, kadar vitamin Cdan aktivitas antioksidan. Parameter penelitian meliputi kadar air (thermogravimetri), kadar abu (tanur), kadar vitamin C (metode titrasi), dan aktifitas antioksidan (metode DPPH). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor perlakuan yaitu penambahan serbuk daun kelor yaitu A = variasi penambahan serbuk daun kelor 0%, B = variasi penambahan serbuk daun kelor 2,5%, C = variasi penambahan serbuk daun kelor 5%, dan D = variasi penambahan serbuk daun kelor 7,5%, setiap perlakuan diulang 4 kali dan di duplo. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode Anova dan apabila terdapat beda nyata antar perlakuan dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf signifikansi 5% dan ditentukan perlakuan terbaiknya dengan uji pembobotan (De Garmo). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasii penambahan serbuk daun kelor berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar vitamin C, dan aktivitas antioksidan fruit leather nanas. Perlakuan terbaik pada penelitian ini yaitu perlakuan D (variasii penambahan serbuk daun kelor 7,5%) dengan nilai kadar air sebesar 19,15%, kadar abu 4,36%, kadar vitamin C 0,50 mg/100gr dan aktivitas antioksidan 71,78% dengan total nilai uji pembobotan 0,6961.
Kata kunci: Daun Kelor, Fruit Leather, Nanas, Sifat Kimiawi.


Full Text:

PDF PDF

References


AOAC. (2005). Official Method of Analysis of the Association of Official Analytical Chemist. Benyamin Franklin Station. Washinton, D.C

Augustyn, G. H., Cynthia, H., Tuhumury, D., dan Dahoklory, M. (2017). Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor ( Moringa oleifera ) Terhadap Karakteristik Organoleptik dan Kimia Biskuit Mocaf ( Modified Cassava Flour ). Agritekno, 6(2), 52–58.

Chauliyah, A. I. N., dan Murbawani, E. A. (2015). Analisis Kandungan Gizi dan Aktivitas Antioksidan Es Krim Nanas Madu. Journal of Nutrition College, 4(2), 628–635.

Dewi, F. K., Ir. Neneng Suliasih, M., dan Dr. Ir. Yudi Garnida, M. (2010). Pembuatan Cookies Dengan Penambahan Tepung Daun Kelor ( Moringa oleifera ) Pada Berbagai Suhu Pemanggangan. Skripsi. Fakultas Teknik. Universitas Pasundan. Bandung.

Haryadi, N. K., (2011), Kelor Herbal Multikhasiat, Penerbit Delta Media: Solo.

Jannah, A. N., Julianti, E., Lubis, L. M. (2017), Pengaruh Metode Perlakuan Awal (Pre-Treatment) dan Suhu Pengeringan Terhadap Mutu Fisik Tepung Ubi Jalar Oranye, Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian. Vol. 5 (2) : 245-250.

Puspitasari, F. A., Karyantina, M., dan Widanti, Y. A. (n.d.). (2019). Karakteristik Fruit Leather Dengan Variasi Rasio Buah Naga Merah ( Hylocereus polyrhizus ) – Pepaya ( Carica papaya L .) dan Suhu Pengeringan. Jurnal Teknologi Dan Industri Pangan, 4(1), 7–14.

Rahayu, D. G. (2019). Pengaruh Perbandingan Bubur Buah Sirsak (Annona muricata L.) Dengan Bubur Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Konsentrasi Na- Alginat Terhadap Karaktristik Mix Fruit Leather. Skripsi. Universitas Pasundan. Bandung.

Ramli, R., dan Hamzah, F. (2017). Pemanfaatan Buah Pepaya (Carica Papaya L.,) dan Tomat (Lycopersicum Esculentum MILL.,) Dalam Pembuatan Fruit Leather. JOM FAPERTA, 4(1), 1–9.

Risti, A. P., dan Herawati, N. (2017). Pembuatan Fruit Leather Dari Campuran Buah Sirsak ( Annoma muricata L .) dan Buah Melon ( Cucumis melo L .). JOM Fakultas Pertanian, 4(2), 1–15.

Sidi, N. C., Widowati, E., dan Nursiwi, A. (2014). Pengaruh Penambahan Karagenan pada Karakteristik Fisikokimia dan Sensoris Fruit Leather Nanas ( Ananas Comosus L . Merr .) dan Wortel ( Daucus Carota ). Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 3(4), 122–127.

Sri, D., Sinaga, M., Suhaidi, I., dan Ridwansyah. (2017). Pengaruh Perbandingan Nenas Dangan Bit dan Konsentrasi Gum Arab Terhadap Mutu Fruit Leather Nenas. Jurnal Rekayasa Pangan Dan Pertanian, 5(2), 267–274.

Sudarmadji, S., Haryono, B dan Suhardi. (1984). Prosedur Analisa untuk Bahan. Makanan dan Pertanian Edisi Ketiga. Liberty, Yogyakarta.

Sya, M., Lubis, P., Nainggolan, R. J., dan Yusraini, E. (2014). Pengaruh perbandingan nenas dengan pepaya dan konsentrasi gum arab terhadap mutu fruit leather. Jurnal Rekayasa Pangan Dan Pertanian, 2(3), 62–68.

Zhaki, M., Harun, N., dan Hamzah, F. (2018). Penambahan Berbagai Konsentrasi Karagenan terhadap Karakteristik Fruit Leather Pepaya. JOM UR, 5(2), 1–14.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

AGRISAINTIFIKA

JURNAL ILMU-ILMU PERTANIAN

REDAKSI FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS VETERAN BANGUN NUSANTARA

JL. Letdjend S. Humardani No. 1 Sukoharjo jawa Tengah, Indonesia 0271-593156

EMAIL: agrisaintifika@gmail.com

TERINDEKS GARUDA

TERINDEKS ONESEARCH ID

TERINDEKS GOOGLESCHOLAR

TERINDEKS SINTA 4