REALOKASI KARTU PRA KERJA DALAM MENDUKUNG INTENSIFIKASI SEKTOR PERTANIAN

Abi Pratiwa Siregar, Nadia Oktaviana

Abstract


Seiring perkembangan pandemi COVID-19 di Indonesia, pemerintah mengeluarkan kebijakan Kartu Pra Kerja sebagai salah satu solusi dalam penanganan dampak COVID-19 dari aspek ketenagakerjaan. Anggaran senilai 20 triliun rupiah dinilai sangat besar dibandingkan dengan dampak yang akan dirasakan, khususnya pada saat seperti ini dimana para penyedia lapangan kerja cenderung membatasi rekrutmen pekerja baru atau bahkan merumahkan beberapa pekerjanya. Oleh karena itu, realokasi anggaran kartu pra kerja ke sektor pertanian dianggap alternatif yang tepat, mengingat sektor pertanian merupakan padat karya dan merupakan penyedia kebutuhan pokok masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah: 1) melakukan kajian peran sektor pertanian terhadap pembangunan ekonomi di Indonesia, dan  2) melakukan simulasi terhadap realokasi anggaran kartu pra kerja untuk intensifikasi pertanian. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitis menggunakan data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik dan Kementerian Pertanian.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pertanian memiliki kontribusi relatif besar terhadap pendapatan domestik bruto dan penyerapan tenaga kerja. Lebih lanjut, hasil simulasi realokasi anggaran menggambarkan bahwa kebijakan mengalihkan beberapa pos anggaran kartu pra kerja untuk intensifikasi pertanian merupakan hal tepat, terutama dalam kaitannya efektifitas penyerapan tenaga kerja dan penyaluran bantuan, serta untuk menjaga ketersediaan bahan pangan di masyarakat.

Kata kunci: COVID-19, intensifikasi pertanian, kartu pra kerja, pengangguran, realokasi anggaran


Full Text:

PDF PDF

References


Adimihardja, A. (2006). Strategi Mempertahankan Multifungsi Pertanian di Indonesia. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pertanian, 25(3).

Ahmadi, F. F., & Rahaju, T. (2018). Impelementasi Program Intensifikasi Pertanian Sub Sektor Padi pada Gapoktan Mukti Jaya Desa Sidomukti Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan. Publika, 6(6).

Astuti, P. B. (2016). Analisis Kurva Phillips dan Hukum Okun di Indonesia tahun 1986-2016. Jurnal Fokus Bisnis, 15(01), 72–91. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

BPS. 2018. Hasil Survei Pertanian Antar Sensus (SUTAS) 2018. Badan Pusat Statistik. Jakarta

Darwin, M. (1999). Krisis Nasional: Respons Penduduk Miskin dan Pemerintah. Populasi, 10(1), 1–14.

Darwis, V., & Nurmanaf, A. R. (2004). Kebijakan Distribusi, Tingkat Harga dan Penggunaan Pupuk di Tingkat Petani. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 22(1), 63–73. https://doi.org/10.21082/fae.v22n1.2004.63-73

Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. 2020. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Franita, R. (2016). Analisa Pengangguran Di Indonesia. Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 1, 88–93. http://jurnal.um-tapsel.ac.id/index.php/nusantara/article/viewFile/97/97

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. 2020. Peta Sebaran. https://covid19.go.id/peta-sebaran. Diakses pada tanggal 30 April 2020.

Hakim, A. R., Setiawan, R. R., Nasir, M. S., Suripto, & Khasanah, U. (2017). Perubahan Struktur Ekonomi dan Kesempatan Kerja Di Indonesia (Analisa Input Output ). Konferensi Nasional Penelitian Matematika Dan Pembelajarannya II, 58–66.

Hermawan, I. (2012). Analisis Eksistensi Sektor Pertanian terhadap Pengurangan Kemiskinan di Pedesaan dan Perkotaan. MIMBAR, 28(2), 135–144.

Isbah, U., & Iyan, R. Y. (2016). Analisis Peran Sektor Dalam Perekonomian Dan Kesempatan Kerja Pertanian Di Provinsi Riau. Jurnal Sosial Ekonomi Pembangunan, 7(19), 45–54.

Jayani, D., H. 2020. Wabah PHK Akibat Covid-19. Wabah PHK Akibat Covid-19. https://katadata.co.id/infografik/2020/04/18/wabah-phk-akibat-covid-19. Diakses pada tanggal 30 April 2020.

Juhandi, D., & Enre, A. (2019). Kebijakan Upsus Pajale: Mampukah Menambah Provinsi Basis Produksi Pajale? Habitat, 30(3), 123–131. https://doi.org/10.21776/ub.habitat.2019.030.3.15

Kawengian, T., Mandey, J. R., & Waney, N. F. L. (2019). Curahan Tenaga Kerja pada Usahatani Padi di Desa Lowian Kecamatan Maesaan. Agri-SosioEkonomi, 15(3), 397–406.

Kementerian Pertanian. 2020. Kementan Tanggap Covid-19. https://www.pertanian.go.id/home/?show=page&act=view&id=99. Diakses pada tanggal 30 April 2020.

Lagebada, D. R., Effendy, & Sulaeman. (2017). Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Padi Sawah di Desa Maranatha Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. E-Jurnal Agrotekbis, 5(4), 509–517.

Lidwina, Andrea. 2019. Kartu Prakerja, Strategi Kurangi Pengangguran. https://katadata.co.id/infografik/2019/12/11/kartu-prakerja-strategi-kurangi-pengangguran. Diakses pada tanggal 30 April 2020.

Mahdi. (2014). Elastisitas Investasi dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan PDB Sektor Pertanian di Indonesia. Jurnal Serambi Ekonomi & Bisnis, 1(1), 5–10.

Monanisa, Soebyakto, B. B., & Erlina, L. (2013). Analisis Alasan Migrasi Masuk di Kota Muaradua Kabupaten Oku Selatan Setelah Pemekaran Wilayah. DeJoS, 1(1).

Muliyanti, S., Rianse, U., & Abdullah, W. G. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Padi Sawah (Oriza Sativa L) di Kelurahan Unaasi Kecamatan Anggaberi Kabupaten Konawe. Jurnal Ilmiah Membangun Desa Dan Pertanian, 4(4), 94–101. https://doi.org/10.24843/jma.2017.v05.i02.p09

Neonbota, S. L., & Kune, S. J. (2016). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Usahatani Padi Sawah di Desa Haekto Kecamatan Noemuti Timur. Agrimor, 1(3), 32–35. https://doi.org/10.32938/ag.v1i03.104

Nugroho, A. D., Siregar, A. P., Andanari, E., Shafiyudin, Y., & Christie, J. I. (2018). Distribusi Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Agrisocionomics, 2(1), 70–82.

Nugroho, A. D., Waluyati, L. R., & Jamhari, J. (2018). Upaya Memikat Generasi Muda Bekerja Pada Sektor Pertanian di Daerah Istimewa Yogyakarta. JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan Dan Sosial Politik Universitas Medan Area, 6(1), 76–95. https://doi.org/10.31289/jppuma.v6i1.1252

Ponto, J., Benu, N. M., & Kumaat, R. M. (2017). UPSUS PAJALE DALAM MENUNJANG PROGRAM SWASEMBADA PANGAN DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW. Agri-SosioEkonomi, 13(2A), 253–260.

Prasetyoningrum, A. K., & Sukmawati, U. S. (2018). Analisis Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Pertumbuhan Ekonomi dan Pengangguran Terhadap Kemiskinan Di Indonesia. Equilibrium: Jurnal Ekonomi Syariah, 6(2), 217–240. https://doi.org/10.21043/equilibrium.v6i2.3663

Prayoga, A., & Sutoyo. (2017). Produktivitas dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah dampak Program Bantuan Alat Mesin Pertanian, Benih dan Pupuk di Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 24(1), 1–9.

Purwaningsih, Y. (2008). Ketahanan pangan: situasi, permasalahan, kebijakan, dan pemberdayaan masyarakat. Jurnal Ekonomi Dan Pembangunan, 9(1), 1–27.

Putra, D. E., & Ismail, A. M. (2017). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Petani dalam melakukan Alih Fungsi Lahan di Kabupaten Jember. Agritech, XIX(2), 99–109.

Qomariyah, I. (2013). Pengaruh Tingkat Inflasi Dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Pengangguran Di Jawa Timur. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), 1(3).

Ritung, S. (2010). Lahan Sawah dan Kecukupan Produksi Bahan Pangan. Jurnal Sumberdaya Lahan, 4(1), 27–38.

Rori, H. (2013). Analisis Penerapan Tax Planning Atas Pajak Penghasilan Badan. Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 1(3), 410–418.

Sahara, D., Kushartanti, E., & Suhendrata, T. (2013). Kinerja usahatani padi dengan mesin transplanter dalam rangka efisiensi tenaga kerja. SEPA, 10(1), 55–62.

Setiawan, I. (2006). Peran Sektor Pertanian Dalam Penyerapan Tenaga Kerja Di Indonesia. Jurnal Geografi Gea, 6(1). https://doi.org/10.17509/gea.v6i1.1733

Sudirah, Santoso, A., Sumartono, & Syukur, M. (2020). Hubungan Penguatan Modal Sosial, Mitigasi Bencana Banjir dan Peningkatan Produksi Pertanian. Equilibrium: Jurnal Pendidikan, VIII(1).

Susilo, Y. S., & Handoko, B. S. (2002). Dampak Krisis Ekonomi Terhadap Kinerja Sektor Industri: Pendekatan Model Keseimbangan Umum Terapan Indorani. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Indonesia, 17(3), 243–257. https://doi.org/10.22146/jieb.v17i3.6721

Syafa’at, N., & Mardianto, S. (2002). Identifikasi Sumber Pertumbuhan Output Nasional: Pendekatan Analisis Input-Output. JAE, 20(1), 1–24. https://doi.org/10.21082/jae.v20n1.2002.1-24

Tambunan, T. (1996). Sumber Inflasi dan Kebijaksanaan Kontraktif di Indonesia. Ekonomi Dan Keuangan Indonesia, XLIV(1), 55–73. https://doi.org/10.7454/efi.v44i1.140

Yudanto, N., & Santoso, M. S. (1998). Dampak Krisis Moneter Terhadap Sektor Riil. Buletin Ekonomi Moneter Dan Perbankan. https://doi.org/10.21098/bemp.v1i2.164


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

AGRISAINTIFIKA

JURNAL ILMU-ILMU PERTANIAN

REDAKSI FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS VETERAN BANGUN NUSANTARA

JL. Letdjend S. Humardani No. 1 Sukoharjo jawa Tengah, Indonesia 0271-593156

EMAIL: agrisaintifika@gmail.com

TERINDEKS GARUDA

TERINDEKS ONESEARCH ID

TERINDEKS GOOGLESCHOLAR

TERINDEKS SINTA 4